Rabu, 29 Februari 2012


KERANGKA NOVEL
Syahdah cinta
            Seorang cowok playboy yang bernama rendi sedang jatuh cinta pada seorang gadis muslimah alumni pesantren yang sedang menuntut ilmu di negri jiran Malaysia. Mereka bertemu saat para mahasiswa islam Malaysia melakukan study banding kekampus rendi (universitas medan). Tepat saat rendi bertengkar hebat dengan ceweknya yang baru.
            Saat rendi ingin berbalik karena kesal, ia tidak sengaja menabrak Zahra yang ingin masuk keruangan pertemuan hingga jatuh dan tangannya terluka. Disaat rendi ingin menolong dan memegang tangan Zahra, Zahra menghindar karena Zahra merasa rendi bukan muhrimnya. Disaat itulah rendi ingin menguji keplayboyannya kepada Zahra. Rendi tidak hentinya menatap Zahra dipertemuan itu (rendi ikut pertemuan karena ia salah satu dari ketua seni di kampusnya).
            Rendi mulai mengejar Zahra yang menginap di hotel Grand hanya satu minggu. Rendi pikir Zahra seperti cewek biasanya yang bisa ditaklukan dengan ketampanan dan hartanya, tapi rendi salah dan tanpa sadar selama ia bertemu dengan Zahra selama satu minggu ia membatalkan niatnya untuk menguji keplayboyannya, karena Zahra terlalu baik untuk dijahatinya. Zahra selalu menemuinya dengan kerudungnya disertai temannya dan sangat sopan. Alasan rendi untuk menemuinya karena ingin konsultasi (hanya alasan). Satu hari rendi dapat melupakan Zahra, tetapi ia ingat kata2 zahra tentang “lataqrobuzzina” rendi jadi memikirkannya karena ia kangen akan ceramah Zahra. Rendi mengirim e-mail untuk mendekatinya kembali. Namun hasilnya sama, Zahra menolaknya dengan mulus.
            Lama2 karena ceramah Zahra rendipun mulai belajar agama dengan ikut keagamaan dikampus, ia jadi alim. Namun saat kesekian kalinya ia menyatakan cinta ke Zahra, Zahra tetap menolaknya dengan halus.
            Rendi yang mulai sadarpun meninggalkan bangku kampusnya dan pergi kepondok pesantren al-hidayah untuk menuntut ilmu agama, dan saat itu ia sadar akan arti niat untuk menuntut ilmu karena perempuan itu salah, dan iapun tidak lagi mengharapkan Zahra jadi pendampingnya. Beberapa tahun kemudian rendi menjadi ustadz dipondok itu, dan menjadi kepercayaan ki’ai. Karena rendi begitu baik dimata kiai, iapun dijodohkan dengan Fatimah anak kiai, sejenak rendi teringat Zahra yang membuat ia jadi lebih mengenal agama. Namun ia pasrah untuk jodohnya kepada Allah, saat ia taaruf dan melihat perempuan dibalik cadar, ternyata ia adalah Zahra yang nama lengkapnya Fatimah Az-zahra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar