KERANGKA NOVEL
Syahdah cinta
Seorang
cowok playboy yang bernama rendi sedang jatuh cinta pada seorang gadis muslimah
alumni pesantren yang sedang menuntut ilmu di negri jiran Malaysia. Mereka
bertemu saat para mahasiswa islam Malaysia melakukan study banding kekampus
rendi (universitas medan). Tepat saat rendi bertengkar hebat dengan ceweknya
yang baru.
Saat
rendi ingin berbalik karena kesal, ia tidak sengaja menabrak Zahra yang ingin
masuk keruangan pertemuan hingga jatuh dan tangannya terluka. Disaat rendi
ingin menolong dan memegang tangan Zahra, Zahra menghindar karena Zahra merasa
rendi bukan muhrimnya. Disaat itulah rendi ingin menguji keplayboyannya kepada
Zahra. Rendi tidak hentinya menatap Zahra dipertemuan itu (rendi ikut pertemuan
karena ia salah satu dari ketua seni di kampusnya).
Rendi
mulai mengejar Zahra yang menginap di hotel Grand hanya satu minggu. Rendi
pikir Zahra seperti cewek biasanya yang bisa ditaklukan dengan ketampanan dan
hartanya, tapi rendi salah dan tanpa sadar selama ia bertemu dengan Zahra
selama satu minggu ia membatalkan niatnya untuk menguji keplayboyannya, karena
Zahra terlalu baik untuk dijahatinya. Zahra selalu menemuinya dengan
kerudungnya disertai temannya dan sangat sopan. Alasan rendi untuk menemuinya
karena ingin konsultasi (hanya alasan). Satu hari rendi dapat melupakan Zahra,
tetapi ia ingat kata2 zahra tentang “lataqrobuzzina” rendi jadi memikirkannya
karena ia kangen akan ceramah Zahra. Rendi mengirim e-mail untuk mendekatinya
kembali. Namun hasilnya sama, Zahra menolaknya dengan mulus.
Lama2
karena ceramah Zahra rendipun mulai belajar agama dengan ikut keagamaan
dikampus, ia jadi alim. Namun saat kesekian kalinya ia menyatakan cinta ke
Zahra, Zahra tetap menolaknya dengan halus.
Rendi
yang mulai sadarpun meninggalkan bangku kampusnya dan pergi kepondok pesantren
al-hidayah untuk menuntut ilmu agama, dan saat itu ia sadar akan arti niat
untuk menuntut ilmu karena perempuan itu salah, dan iapun tidak lagi
mengharapkan Zahra jadi pendampingnya. Beberapa tahun kemudian rendi menjadi
ustadz dipondok itu, dan menjadi kepercayaan ki’ai. Karena rendi begitu baik
dimata kiai, iapun dijodohkan dengan Fatimah anak kiai, sejenak rendi teringat
Zahra yang membuat ia jadi lebih mengenal agama. Namun ia pasrah untuk jodohnya
kepada Allah, saat ia taaruf dan melihat perempuan dibalik cadar, ternyata ia
adalah Zahra yang nama lengkapnya Fatimah Az-zahra.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar