2
Dug…,
buku kecil berbentuk persegi dilempar begitu saja diatas kasur empuk yang
sedang dinikmati sang pemiliknya. Sejenak ia memandang langit-langit kamarnya
dengan tatapan kosong, memikirkan sesuatu yang mengganggu pikirannya sejak
pesta ulangtahun yang kemarin dihadirinya walaupun tanpa memiliki undangan.
“
ka’ doni, makan malam dulu. ” Teriak dina keras dari luar kamarnya. Doni
melepas semua yang sedang dipikirkannya dan bergegas keluar kamarnya menuju
ruang makan.
“
Malam sayang. ” Suara khas yang lembut menyambut doni yang sedang duduk dikursi
makan. Doni hanya senyum membalas sapaan ibunya. Sementara dina dan lyla sudah siap
menyantap makanan yang ada dihadapan mereka.
“
Yuk makan. ” Kata dina memulai sambil mengambil alat makannya diikuti lyla.
“
Ka’ doni, ko’ngelamun? Entar kehabisan lo. ” Kata dina sambil mengambil lauk
kedalam piringnya. Lyla tidak bisa ngomong dan hanya manggut-manggut sambil
mengiyakan. Doni tersenyum melihat lyla yang tembem karena pipinya penuh dengan
makanan.
“
Mah, doni kenyang ” Kata doni berdiri meninggalkan meja makan menuju kekamarnya
kembali.
“
Aneh. ” Komentar dina setelah doni pergi.
“
Kenapa abang kamu dina? ” Kata ibunya
kedina.
“
Lagi stress kali mah. ” Kata dina asal.
“
Huss…, entar kejadian lagi. ” Kata ibunya.
“
yah mungkin udah makan diluar kali, yuk lanjutin makannya ”. Kata ibunya sambil
tersenyum ikut tersenyum melihat lyla yang makan dengan lahapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar